Kelahiran....
Itulah proses kehidupan...
Begitu pun dengan kaos... #lebay
Sepertinya suatu pengecualian, jika diantara kita tidak pernah memakai kaos. Salah satu bagian penting dari kebutuhan pokok kita yaitu sandang.
Tentunya bahkan mungkin sebagian dari kita mengoleksi berbagai macam kaos. Baik itu yang bermerk mahal nan terkenal ataupun yg biasa saja atau bahkan tidak bermerk…
Manakala kita membeli kaos… entah itu di mall, factory outlet, pasar ataupun tukang kredit.., pernahkah kita berfikir…“gimana sih proses pembuatan kaos?”
Nah, dari sedikit pengalaman saya di dunia perkaosan, kurang lebih inilah tahapan tahapan proses pembuatan kaos.
Pertama: Memilih jenis bahan.
Kedua: PRODUKSIPada tahapan
1. Cutting (pemotongan) berpola.
Pastikan pola sudah kita tetapkan, baik model/style maupun size aka ukuran yang kita kehendaki. Bisa menggunakan gunting…,jangan menggunakan pisau dapur apalagi kampak…! Anda sedang menebang pohon…! :D
Dalam hal ini apabila kaos itu diproduksi massal tentunya cutting menggunakan gunting sangatlah tidak efektif ! Selain hasil cutting ga presisi juga dikawatirken tangan kita bisa koyak alias lecet bin mblonyoooh….. :D Ciloko tenan… :D Teknologi sekarang memungkinkan proses ini menggunakan cutter machine…alhasil efisiensi waktu dan cost produksi bisa diminimalisir.
Sampai disini….apabila kita menginginkan kaos itu without image yg menempel alias polos tak bergambar/typo (dan ini walaupun ada.,sangat jarang) bisa langsung kita jahit…. Namun kebanyakan orang lebih cenderung memilih kaos yang bergambar. Lha..wong kalo kita mbeli kaos saja..pandangan pertama pasti tertuju ama design (image/typo) yang nempel…ya ga?! Sangat bisa jadi identitas pemakai terwakili dari kaos yang dipakai. Betul tidak? (Aak gim style) :D
2. ——– Screen printing (sablon)
Baiklah…anggap kita menginginkan suatu design nemplok di kaos…
Yaaap…tahap ini sering disebut menyablon. Transfer design dengan cat menggunakan screen… Tentunya screen tersebut sudah tercetak film/klise design… Lebih lanjut tentang bagaimana proses membuat cetakan screen sablon., mudah-mudahan di lain artikel bisa kita gali lebih dalem….(sumur…ngkali) :D
3. ——— Embroidery (bordir)
Sebenarnya setelah bakal kaos itu tersablon dengan sukses., bisa langsung kita jahit. Akan tetapi untuk kaos yang segmented aka branded (seperti yang banyak kita jumpai di beberapa factory outlet, mall dsb) akan melewati tahapan ini..yakni proses embroidery alias bordir.
Memaang sedikit menyita waktu dan menambah ongkos produksi…tapi diyakini oleh kalangan pengusaha garment…bisa sedikit menaikkan nilai jual…. Itulah mengapa kaos berbordir biasanya agak sedikit lebih mahal daripada yang tidak berbordir… :D
4. ———- ADDED ACCESSORIES
Tentunya kita pernah menjumpai kaos yang ada embel embel pin.,button atau semacamnya…yaaak proses menambahkan accessoris. Ditilik dari namanya.,langkah ini bermuara ke estetika….bertujuan sebagai pelengkap saja…pemanis tanpa formalin… :D Tapi sampeyan jangan menganggap remeh proses ini….
Danger…!!! Banget! Need a professional skill untuk mengoperasikan mesin ini….meleng dikit aja…bisa bisa jari tangan rontok….!!!
5. ———- SEWING (menjahit)
Nah…dalam tahap ini dituntut ketelitian serta kemahiran kita. Feeling dan skill musti klik ama property kerja….
Menjahit.,mengobras.,menge-cam (overdeck)…melibatkan banyak mesin mesin pendukung..agar hasil yang diinginkan terwujud rapi dan maksimal…
Ho..oh banget….Selain design,manakala hendak memutuskan membeli kaos.., ada kalanya sebagian dari kita meneliti kerapihan jahitan..
Ketiga: FINISHINGPada bab ini, kita sudah memulai proses penyelesaian aka finishing…akan kita bahas sub pokok bahasan.. Cekidot..
1. ———- Quality Control (QC) aka penyortiran.
Tahap berikut.,setelah kaos terjahit…masuklah kita ke proses penyortiran. Memilih dan memilah kualitas kaos.,agar terhindar dari
Butuh quality control yang jeli dalam menyaring hasil-hasil proses sablon.,bordir dan jahit. Ini penting…lho.! Hanya kaos yang memenuhi standar mutu bagus yg layak lolos seleksi.
2. ——— Menggosok aka menyeterika
Disini..kita tak lagi menggunakan setrikaan listrik yg biasa dipake ibu-ibu menggosok lho…apalagi strikaan berbahan bakar arang…wah.. Yo wis ra jaman maneh…
So…. we must use the machine iron…. Yes..strikaan berbahan bakar gas elpiji…berknalpot uap. Kenapa uap.? Karena disinyalir semburan uap panas yg dihasilkan.,membantu merapikan kaos serta “mematikan” kerutan jahitan..dan sekaligus membunuh kuman..hehehehe…
3. ——— CODING (barcode)
Maksude opo sih? Setelah rapi..tibalah kita memasuki kamar operasi CODING.
Yakni penempatan barcode… Tentunya kita akrab sekali.,manakala membeli something di market modern sang kasir dengan pede abis mengangkat “pistol”. Dan….Tiiiiiiit (sensor)….jeng…jeng…terteralah nominal rupiah di layar kasir. Yaaak….itu scanner aka pemindai..special buat mengidentifikasi barcode..
4. ——— Packaging (pengemasan)
Nah..sampailah kita pada proses terakhir dari rentetan proses produksi kaos.
Dimulai dari pengemasan perkaos.,hingga kemasan dalan suatu artikel. Kamsude ngene….biasanya dalam satu artikel itu terdiri dari beberapa warna dan seri kaos… Nah setelah packaging sudah terselesaikan..barulah kita distribusikan ke customer aka klien..
So…setelah kita mengetahui ternyata sedemikian panjang rute kita hanya untuk memakai kaos…pertanyaan nyeleneh saya..diapakan kaos sampeyan yang sudah usang alias tidak terpakai lagi…???!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar